Menghilangkan Sedih dan Cemas dengan Memikirkan Ciptaan Allah

MARl kita saksikan bersama bentuk kebesaran ayat-ayat Allah swt. yang terdapat di alam semesta. Hal ini akan menuntut kita untuk menyikapinya dengan cara membayangkan, memikirkan, dan merenungkan kebesaran ayat-ayat itu.

Apakah Anda pemah mencoba untuk melakukan ibadah seperti ini? Berpikir mengenai ayat-ayat Allah swt. yang terdapat di alam semesta merupakan sebuah ibadah, yaitu ibadah orang-orang yang mengenal Allah dan orang-orang yang pandai mensyukuri nikmat­ nikmat-Nya. Ibadah seperti ini merupakan suatu kewajiban yang telah dilupakan oleh banyak orang.

Orang yang berpikir, akan menjadi tahu, dan orang yang merenung, akan menjadi mengerti, sehingga Anda akan melihat mereka merasa aman, tenang, dan hati me­reka dipenuhi keimanan.

Satu Menit dari Umur Kita

KETAHUILAH bahwa satu menit saja dari umur anda, di dalamnya bisa dilakukan berbagai kebaikan. Misalnya, dengan membaca satu ayat yang terdiri dari puluhan huruf, dimana setiap hurufnya mengandung sepuluh kebaikan. Dengan hanya membaca satu ayat saja, anda telah melakukan ratusan kebaikan. Seandainya anda mau membaca “Subhanallah wa Bihamdihi” seratus kali, itu tidak akan lebih dari satu menit. Padahal pahalanya sangat besar. Ingatlah sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, “Dan barangsiapa yang membaca “Subhanallah wa Bihamdihi” seratus kali, maka akanAllah ampuni semua dosanya walaupun seluas samudera. “1]

Hakikat Sukses bagi Muslim Sejati

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu Iihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan­Nya. Tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya, maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat, lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya. Tanaman itu menyenangkan hati  penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.
(Q.S. AI-Fath [48]: 29)

Merayakan Kesedihan

Semua manusia yang hidup pasti pernah merasakan sedih. Kesedihan adalah bagian dari inti sari kehidupan.Dengan kesedihan, Allah SWT menggembleng kita untuk menjadi pribadi yang tangguh.

Betapa beruntungnya kita, disaat Allah mengijinkan kita jatuh pada titik nadir. Percayalah saat itu Kebaikan Allah tetaplah Maha diatas segalanya. Justru pada titik terendah itulah, Allah tidak memberi jalan dan celah kepada kita, kecuali untuk naik dan bangkit. Dan begitulah sekali lagi, cara Allah SWT menyayangi jiwa jiwa yang tak pernah putus asa dari rahmatnya.

Keyakinan dan Kesabaran

dakwatuna.com - Keyakinan, adalah kesederhanaan. Sebuah kesederhanaan yang lahir dari kuatnya jiwa dan karakter seseorang. Keyakinan juga yang membuat Rasulullah, tak pernah berhenti berdo’a untuk penduduk thaif meski lemparan batu, hinaan hingga penolakan terhadap beliau bersama risalahnya. Keyakinan juga yang menumbuhkan kecintaan yang membara seorang Khalid bin Walid dengan dinginnya malam ketika perang dibanding bermesraan bersama seorang gadis cantik. Keyakinan pula yang membuat Ali bin abi Thalib dengan berani menggantikan Rasulullah ketika beliau hendak dibunuh oleh kaum Quraisy. Keyakinan itu tumbuh.. kuat mengakar.. Lahir dari keluhuran budi, kokohnya karakter, dan bersumber dari dentuman cinta mengabadi yang tak pernah padam untuk Allah dan jihad di jalan-Nya.

Jalan Hidayah Catherine Heseltine

dakwatuna.com – London, “Jika kau bertanya padaku pada usia 16 apakah aku ingin menjadi seorang Muslim, aku akan berkata,” Tidak, terima kasih. Agamaku adalah minum-minum, berpesta dan aku nyaman dengan teman-temanku,” ujar Catherine Heseltine, sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Tumbuh di London Utara, Catherine tidak pernah mempraktikkan agama apapun di rumahnya. Besar dalam lingkungan kelas menengah terpelajar, agama bagi keluarga ini dianggap “sedikit kuno dan tidak relevan”.

Hingga suatu hari, guru sekolah tumbuh kembang ini bertemu seorang pemuda bernama Syed. Pemuda ini, diakuinya, beda dengan laki-laki yang pernah dikenalnya. “Ia menantang semua prasangkaku tentang agama. Dia masih muda, Muslim, sangat percaya pada Tuhan – dan sialnya, ia sangat “normal”, sama seperti pria seusianya. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa, tidak seperti kebanyakan pemuda Inggris,  dia tidak pernah minum minuman keras.”

Keluarga dan Tujuan Hidup

Nasehat ini untuk semuanya ……….

Untuk mereka yang sudah memiliki arah………

Untuk mereka yang belum memiliki arah………

dan untuk mereka yang tidak memiliki arah.

nasehat ini untuk semuanya…….

Semua yang menginginkan kebaikan.

Nikah itu ibadah…….

Nikah itu suci……….. ingat itu……

Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena

kecantikan, bisa karena keturunan dan bisa karena agama.

Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun kecantikan sebagai alasan…..

karena semua itu akan menyebabkan celaka.

Jadikan agama sebagai alasan….. Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.

Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta….