Ibnu Atsir Tetap Berkarya Meski Tangan dan Kaki Lumpuh
Dalam dunia ilmu hadits, nama Ibnu Atsir memang tidak setenang Imam Al-Bukhari, Imam Muslim ataupun Imam Ahmad. Namun demikian, para Ulama hadits sangat mengapresiasi karya ilmiah beliau dalam salah satu aspek ilmu hadits yang beliau dalami dan merasakan manfaatnya yang besar.
Terlahir dengan nama Mubarak, putra Muhammad bin Muhammad bin Abdul Karim bin Abdul Wahid Asy-Syaibani Al-Jazari, di kota Maushil (Mosul, Irak) pada tahun 544 H. Selanjutnya lebih populer dengan panggilan Ibnul Atsir, putra al-Atsir yang merupakan laqab (julukan) sang ayah.